Return-path: <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>
Envelope-to: fb@vin-fm.com
Delivery-date: Thu, 02 May 2013 01:25:18 +0700
Received: from outmail002.snc4.facebook.com ([66.220.144.136]:52629 helo=mx-out.facebook.com)
	by server01-iix.secureserver.web.id with esmtp (Exim 4.80)
	(envelope-from <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>)
	id 1UXbiO-0003IZ-Kb
	for fb@vin-fm.com; Thu, 02 May 2013 01:25:17 +0700
DKIM-Signature: v=1; a=rsa-sha256; c=relaxed/simple; d=facebookmail.com;
	s=s1024-2011-q2; t=1367432254;
	bh=MXwcMC/0q92pz2Od+OUuPjEciIMaa7/ErEGvrYok1Ws=;
	h=Date:To:From:Subject:MIME-Version:Content-Type;
	b=XZEldqAU2Z25icU0khRSwjWNEy60HIxBdQyK5nX+WZKlOjBhDKr85Pit3TeOj2J38
	 GNbuN/7IiRM8aeYe7oqSOmTEmLlQIuY3qHUEQ4QeUFKiOjABugAMfYRMIghmMldnaC
	 JJ+ZR6lf2XnUSiQ2Av4wqqE0GNSuFD+w+oax1Hf4=
Received: from [10.66.204.32] ([10.66.204.32:36758])
	by smout039.snc6.facebook.com (envelope-from <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>)
	(ecelerity 3.5.1.37927 r(/root/Momo-dev:tip)) with ECSTREAM
	id 97/C7-00437-E3C51815; Wed, 01 May 2013 11:17:34 -0700
X-Facebook: from zuckmail ([MTI3LjAuMC4x]) 
	by async.facebook.com with HTTP (ZuckMail);
Date: Wed, 1 May 2013 11:17:34 -0700
To: Radio Frekuensi <RadioFrekuensi@groups.facebook.com>
From: "Yohannes Eko Siswantoro Radjawalitower" <notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com>
Reply-to: Balas Komentar <g+415tmayo000zg4o9wx6m005yz5qu78vr000000oh4yoo2c446@groups.facebook.com>
Subject: [Radio Frekuensi] PMPO DAN RMS
Message-ID: <53e83cebfa3a261362d49cb815b5cf25@async.facebook.com>
X-Priority: 3
X-Mailer: ZuckMail [version 1.00]
Errors-To: notification+kr4mr5ebrykn@facebookmail.com
X-Facebook-Notify: group_activity; mailid=7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96
List-Id: <RadioFrekuensi.groups.facebook.com>
In-Reply-To: <606472772697783-597667013578359@groups.facebook.com>
References: <606472772697783-597667013578359@groups.facebook.com>
X-FACEBOOK-PRIORITY: 0
X-Auto-Response-Suppress: All
MIME-Version: 1.0
Content-Type: multipart/alternative;
	boundary="b1_53e83cebfa3a261362d49cb815b5cf25"


--b1_53e83cebfa3a261362d49cb815b5cf25
Content-Type: text/plain; charset="UTF-8"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable

Yohannes Eko Siswantoro Radjawalitower mengirimkan sesuatu di Radio =
Frekuensi

PMPO DAN RMS

1. a. PMPO adalah Peak Music Power Output, jadi artinya daya output
maksimum yang bisa dihasilkan oleh amplifier tsb., atau daya puncak
maks. yang bisa diterima speaker untuk interval waktu yang sangat
singkat (+/- 5 detik), sebelum coilnya putus karena over heat.

b. RMS =3D Root Mean Square (mungkin ini yang dimaksud watt murni),
adalah daya rata2 yang dihasilkan amplifier tsb. Metode
pengetesannya sudah jelas, yaitu dengan menggunakan signal generator
1 kHz pada inputnya, kemudian pada outputnya diberi dummy load
berupa resistor (umumnya berukuran 1 k Ohm, 5 Watt), lalu diukur
tegangan dan arusnya.

Perbedaan:
PMPO (Peak Music Power Output) adalah tingkatan derajat suara yang
keluar pada speaker diukur dengan alat (ntah apa namanya) dan satuannya
adalah (juga) Watt. Dikatakan PEAK karena speaker diukur dengan box yang
se-optimum mungkin perhitungannya namun tetap efisien. Kalo optimal =
banget,
bisa2x gak efisien serta aneh bentuk box speakernya...

Sedangkan RMS (Root Mean Square) adalah nilai rata-rata daya dikali akar 2
yang keluar dari Amplifier , bukan dari speaker.

2. a. Kelas A Amplifier
Dalam penguat-Kelas A ,arus mengalir terus-menerus di semua perangkat =
output, yang memungkinkannonlinier mengubah dan mematikan arus sehingga =
harus dihindari. Arus datang di dua jenis agak berbeda,meskipun hal ini =
jarang dinyatakan ecara eksplisit , dengan cara yang sangat berbeda.

b. KelasB Amplifier
Kelas-B sejauh ini merupakan modus operasi yang paling populer , dan =
mungkin lebih dari 99% dariamplifier saat ini dibuat adalah dari jenis =
ini. Definisi saya pada Kelas-B adalah bahwa jumlah teganganbias yang =
menyebabkan konduksi kedua perangkat output untuk tumpang tindih dengan =
kelancaranterbesar dan sehingga menghasilkan jumlah minimum kemungkinan =
crossover distorsi .

c. Kelas C Amplifier
Kelas-C menyiratkan konduksi perangkat signifikan kurang dari 50% dari =
waktu, dan biasanya hanya digunakan dalam pekerjaan radio, di mana sirkuit =
LC pulsa bisa lancar keluar dan penyaringan.
d. Kelas D Amplifier
Amplifier ini terus beralih output dari satu rel ke yang lain pada =
frekuensi supersonik, pengendalian tandai/ rasio ruang untuk memberikan =
rata-rata yang mewakili tingkat sesaat dari sinyal audio, ini adalah =
alternatiflebar pulsa modulasi disebut (PWM).

e. Kelas E Amplifier
Ini adalah cara yang sangat cerdik dari operasi transistor sehingga =
memiliki baik tegangan kecil di seberang atau arus kecil melalui hampir =
sepanjang waktu, sehingga disipasi daya dijaga sangat rendah.Sayangnya ini =
adalah teknik RF yang tampaknya tidak memiliki aplikasi waras untuk audio.

f. Kelas G Amplifier
Konsep ini diperkenalkan oleh Hitachi pada tahun 1976 dengan tujuan =
mengurangi disipasi power amplifier. Sinyal Musik memiliki puncak tinggi , =
menghabiskan sebagian besar waktu di tingkat rendah,disipasi sehingga =
internal jauh berkurang dengan menjalankan dari rel rendah tegangan untuk =
output kecil,beralih ke rel yang lebih tinggi saat kunjungan yang lebih =
besar.

g. Kelas H Amplifier
Kelas-H sekali lagi pada dasarnya Kelas-B, tetapi dengan metode dinamis =
mendorong rel singlesupply(sebagai lawan beralih ke yang lain) dalam =
rangka meningkatkan efisiensi . Mekanisme yang biasa adalahbentuk =
bootstrap. Kelas-H ini kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan =
Kelas-G.

h. Kelas S Amplifier
Kelas S,dinamakan oleh Dr Sandman , amplifier menggunakan tahap Kelas-A =
dengan kemampuan yangsangat terbatas, didukung oleh tahap Kelas-B =
dihubungkan sehingga membuat beban muncul sebagairesistensi yang lebih =
tinggi yang berada dalam kemampuan pertama amplifier. Metode amplifier =
yangsangat mirip digunakan oleh SE-A100 Technics.

Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.


http://www.facebook.com/n/?groups%2FRadioFrekuensi%2Fpermalink%2F606472772=
697783%2F&mid=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96&bcode=3D1.1367432254.Abll9=
sZnJ4gA14_-&n_m=3Dfb%40vin-fm.com

=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=
=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D=3D
Balas email ini untuk menambahkan komentar. Ubah pengaturan pemberitahuan:
http://www.facebook.com/n/?settings&tab=3Dnotifications&section=3Dgroup_no=
tification&mid=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96&bcode=3D1.1367432254.Abll=
9sZnJ4gA14_-&n_m=3Dfb%40vin-fm.com


--b1_53e83cebfa3a261362d49cb815b5cf25
Content-Type: text/html; charset="UTF-8"
Content-Transfer-Encoding: quoted-printable

<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional //EN">
<html><head><meta http-equiv=3D"Content-Type" content=3D"text/html; =
charset=3Dutf-8"><style type=3D"text/css">a.thumb:link, a.thumb:visited =
{border:1px #CCCCCC solid !important;}a.thumb:active, a.thumb:hover =
{border:1px #3B5998 solid =
!important;}</style><title>Facebook</title></head><body =
style=3D"margin:0;padding:0;" dir=3D"ltr"><table width=3D"98%" =
border=3D"0" cellspacing=3D"0" cellpadding=3D"8"><tr><td =
bgcolor=3D"#FFFFFF" width=3D"100%" style=3D"font-family:'lucida =
grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"><table cellpadding=3D"0" =
cellspacing=3D"0" border=3D"0" width=3D"500"><tr><td colspan=3D"2" =
style=3D"padding:10px 0 0 =
10px;color:#000000;font-size:13px;font-family:'lucida =
grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;" valign=3D"top"><table =
width=3D"100%" style=3D"color:#000000;font-size:13px;"><tr><td =
width=3D"100%" valign=3D"top" align=3D"left" style=3D"font-family:'lucida =
grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;color:#000000;font-size:13px;"><di=
v style=3D"width:100%;color:#666666;padding:0 0 7px =
0;border-bottom:#E9E9E9 1px solid;"><a href=3D"http://www.facebook.com/n/?=
groups%2FRadioFrekuensi%2Fpermalink%2F606472772697783%2F&amp;mid=3D7eb596c=
G5af3ba40b8feG3201774G96&amp;bcode=3D1.1367432254.Abll9sZnJ4gA14_-&amp;n_m=
=3Dfb%40vin-fm.com" =
style=3D"color:#3b5998;text-decoration:underline;">Yohannes Eko Siswantoro =
Radjawalitower mengirimkan sesuatu di Radio Frekuensi</a></div><div =
style=3D"margin-bottom:15px;"><table cellpadding=3D"0" cellspacing=3D"0" =
style=3D"width:100%;padding-top:7px;"><tr><td valign=3D"top" =
style=3D"padding:3px 5px 5px 0px;width:57px;"><a href=3D"http://www.facebo=
ok.com/n/?profile.php&amp;id=3D1479973272&amp;mid=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3=
201774G96&amp;bcode=3D1.1367432254.Abll9sZnJ4gA14_-&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.=
com" style=3D"color:#3b5998;text-decoration:none;"><img =
src=3D"https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-ash3/623808_147997=
3272_1453508387_q.jpg" alt=3D"PMPO DAN RMS 1. a. PMPO adalah Peak =
Music..." style=3D"border: 0; height:50px; width:50px; " /></a></td><td =
valign=3D"top" align=3D"left" style=3D"padding:5px 5px 5px =
0;font-family:&#039;lucida =
grande&#039;,tahoma,verdana,arial,sans-serif;"><table cellpadding=3D"0" =
cellspacing=3D"0" style=3D"width:100%;padding-bottom:5px;"><tr><td =
style=3D"font-family:&#039;lucida grande&#039;,tahoma,verdana,arial,sans-s=
erif;color:#000000;font-size:13px;"><a =
style=3D"color:#3b5998;text-decoration:none;font-weight:bold;" =
href=3D"http://www.facebook.com/n/?profile.php&amp;id=3D1479973272&amp;mid=
=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96&amp;bcode=3D1.1367432254.Abll9sZnJ4gA14=
_-&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.com">Yohannes Eko Siswantoro =
Radjawalitower</a></td><td style=3D"text-align:right;color:#999999;padding=
-right:5px;font-family:&#039;lucida =
grande&#039;,tahoma,verdana,arial,sans-serif;font-size:11px;"> 2 Mei 1:17 =
</td></tr></table><div style=3D"width:458px;word-wrap:break-word;padding-b=
ottom:7px;color:#000000;font-size:13px;">PMPO DAN RMS<br /> <br /> 1. a. =
PMPO adalah Peak Music Power Output, jadi artinya daya output<br /> =
maksimum yang bisa dihasilkan oleh amplifier tsb., atau daya puncak<br /> =
maks. yang bisa diterima speaker untuk interval waktu yang sangat<br /> =
singkat (+/- 5 detik), sebelum coilnya putus karena over heat.<br /> <br =
/> b. RMS =3D Root Mean Square (mungkin ini yang dimaksud watt murni),<br =
/> adalah daya rata2 yang dihasilkan amplifier tsb. Metode<br /> =
pengetesannya sudah jelas, yaitu dengan menggunakan signal generator<br /> =
1 kHz pada inputnya, kemudian pada outputnya diberi dummy load<br /> =
berupa resistor (umumnya berukuran 1 k Ohm, 5 Watt), lalu diukur<br /> =
tegangan dan arusnya.<br /> <br /> Perbedaan:<br /> PMPO (Peak Music Power =
Output) adalah tingkatan derajat suara yang<br /> keluar pada speaker =
diukur dengan alat (ntah apa namanya) dan satuannya<br /> adalah (juga) =
Watt. Dikatakan PEAK karena speaker diukur dengan box yang<br /> =
se-optimum mungkin perhitungannya namun tetap efisien. Kalo optimal =
banget,<br /> bisa2x gak efisien serta aneh bentuk box speakernya...<br /> =
<br /> Sedangkan RMS (Root Mean Square) adalah nilai rata-rata daya dikali =
akar 2<br /> yang keluar dari Amplifier , bukan dari speaker.<br /> <br /> =
2. a. Kelas A Amplifier<br /> Dalam penguat-Kelas A ,arus mengalir =
terus-menerus di semua perangkat output, yang memungkinkannonlinier =
mengubah dan mematikan arus sehingga harus dihindari. Arus datang di dua =
jenis agak berbeda,meskipun hal ini jarang dinyatakan ecara eksplisit , =
dengan cara yang sangat berbeda.<br /> <br /> b. KelasB Amplifier<br /> =
Kelas-B sejauh ini merupakan modus operasi yang paling populer , dan =
mungkin lebih dari 99% dariamplifier saat ini dibuat adalah dari jenis =
ini. Definisi saya pada Kelas-B adalah bahwa jumlah teganganbias yang =
menyebabkan konduksi kedua perangkat output untuk tumpang tindih dengan =
kelancaranterbesar dan sehingga menghasilkan jumlah minimum kemungkinan =
crossover distorsi .<br /> <br /> c. Kelas C Amplifier<br /> Kelas-C =
menyiratkan konduksi perangkat signifikan kurang dari 50% dari waktu, dan =
biasanya hanya digunakan dalam pekerjaan radio, di mana sirkuit LC pulsa =
bisa lancar keluar dan penyaringan.<br /> d. Kelas D Amplifier<br /> =
Amplifier ini terus beralih output dari satu rel ke yang lain pada =
frekuensi supersonik, pengendalian tandai/ rasio ruang untuk memberikan =
rata-rata yang mewakili tingkat sesaat dari sinyal audio, ini adalah =
alternatiflebar pulsa modulasi disebut (PWM).<br /> <br /> e. Kelas E =
Amplifier<br /> Ini adalah cara yang sangat cerdik dari operasi transistor =
sehingga memiliki baik tegangan kecil di seberang atau arus kecil melalui =
hampir sepanjang waktu, sehingga disipasi daya dijaga sangat =
rendah.Sayangnya ini adalah teknik RF yang tampaknya tidak memiliki =
aplikasi waras untuk audio.<br /> <br /> f. Kelas G Amplifier<br /> Konsep =
ini diperkenalkan oleh Hitachi pada tahun 1976 dengan tujuan mengurangi =
disipasi power amplifier. Sinyal Musik memiliki puncak tinggi , =
menghabiskan sebagian besar waktu di tingkat rendah,disipasi sehingga =
internal jauh berkurang dengan menjalankan dari rel rendah tegangan untuk =
output kecil,beralih ke rel yang lebih tinggi saat kunjungan yang lebih =
besar.<br /> <br /> g. Kelas H Amplifier<br /> Kelas-H sekali lagi pada =
dasarnya Kelas-B, tetapi dengan metode dinamis mendorong rel =
singlesupply(sebagai lawan beralih ke yang lain) dalam rangka meningkatkan =
efisiensi . Mekanisme yang biasa adalahbentuk bootstrap. Kelas-H ini =
kadang-kadang digunakan untuk menggambarkan Kelas-G.<br /> <br /> h. Kelas =
S Amplifier<br /> Kelas S,dinamakan oleh Dr Sandman , amplifier =
menggunakan tahap Kelas-A dengan kemampuan yangsangat terbatas, didukung =
oleh tahap Kelas-B dihubungkan sehingga membuat beban muncul =
sebagairesistensi yang lebih tinggi yang berada dalam kemampuan pertama =
amplifier. Metode amplifier yangsangat mirip digunakan oleh SE-A100 =
Technics.</div></td></tr></table></div></td></tr></table><span =
style=3D""><img src=3D"https://www.facebook.com/email_open_log_pic.php?c=
=3D1456035677&amp;mid=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96" =
style=3D"border:0;width:1px;height:1px;" /></span><br /></td></tr><tr><td =
colspan=3D"2" style=3D"color:#666666;padding:10px 5px 15px =
10px;border-top:#E9E9E9 1px solid;line-height: 18px;font-size: =
12px;font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif;"><a =
href=3D"http://www.facebook.com/n/?groups%2FRadioFrekuensi%2Fpermalink%2F6=
06472772697783%2F&amp;mid=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96&amp;bcode=3D1.=
1367432254.Abll9sZnJ4gA14_-&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.com" style=3D"color: =
#3b5998; text-decoration: none;">Lihat Kiriman Ini di Facebook</a> =C2=B7 =
<a href=3D"http://www.facebook.com/n/?settings&amp;tab=3Dnotifications&amp=
;section=3Dgroup_notification&amp;mid=3D7eb596cG5af3ba40b8feG3201774G96&am=
p;bcode=3D1.1367432254.Abll9sZnJ4gA14_-&amp;n_m=3Dfb%40vin-fm.com" =
style=3D"color: #3b5998; text-decoration: none;">Sunting Pengaturan =
Email</a> =C2=B7 Balas email ini untuk menambahkan komentar.<br =
/></td></tr></table></td></tr></table></body></html>



--b1_53e83cebfa3a261362d49cb815b5cf25--

